Anteraja didirikan pada Maret 2019 sebagai PT Tri Adi Bersama, menandai langkah signifikan dalam industri logistik Indonesia. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), bagian integral dari Triputra Group. Triputra Group sendiri adalah konglomerasi besar yang didirikan oleh Theodore Permadi Rachmat (TP Rachmat), salah satu tokoh bisnis terkemuka di Indonesia, menunjukkan fondasi yang kuat bagi Anteraja.
Sejak awal, dengan visi untuk menjadi pemain kunci di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce. Pendekatan mereka berfokus pada pemanfaatan teknologi mutakhir untuk memberikan solusi pengiriman yang efisien dan andal. Ini adalah strategi cerdas untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang, memastikan untuk masa depan yang digital dan inovatif.
Kepemimpinan di bawah CEO Suyanto Tjoeng turut mempercepat laju pertumbuhan. Dengan pengalaman luas di bidang logistik dan manajemen, Suyanto Tjoeng membawa Anteraja menuju posisi terdepan. Fokus pada inovasi dan kualitas layanan menjadi pilar utama, menjadikan Anteraja didirikan sebagai entitas yang dinamis dan responsif terhadap perubahan pasar.
Dalam waktu singkat, jaringan operasional Anteraja didirikan telah meluas secara drastis. Dari hanya melayani area Jabodetabek pada awal 2019, kini Anteraja telah mencakup 32 provinsi dan lebih dari 260 titik di seluruh Indonesia. Dukungan ribuan kurir, yang dikenal sebagai “Satria,” memastikan layanan pengiriman Next Day dan Same Day dapat menjangkau pelanggan secara efektif.
Kemitraan strategis dengan marketplace besar seperti Tokopedia, Blibli.com, Shopee, dan Bukalapak adalah kunci keberhasilan. Kolaborasi ini memungkinkan Anteraja untuk memperluas jangkauan pelanggan dan mengoptimalkan volume pengiriman. Ini juga menunjukkan bagaimana Anteraja didirikan dengan pemahaman mendalam tentang ekosistem e-commerce di Indonesia, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Peningkatan volume pengiriman yang signifikan menjadi bukti nyata dampak positif dari strategi Anteraja didirikan. Dari 100.000 paket per hari di akhir 2019, volume melonjak drastis hingga 300.000 paket per hari pada 2020. Target ambisius selanjutnya menunjukkan komitmen Anteraja untuk terus mendominasi pasar logistik di Indonesia, menegaskan posisinya sebagai pemain utama.
Komitmen terhadap digitalisasi juga menjadi prioritas utama sejak Anteraja didirikan. Pemanfaatan teknologi tidak hanya sebatas tracking paket, tetapi juga dalam optimalisasi rute, manajemen kurir, dan layanan pelanggan. Inisiatif ini menempatkan Anteraja sebagai perusahaan logistik yang inovatif dan relevan dengan tuntutan zaman, memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan.
