Setelah melalui proses evakuasi yang menantang dan memakan waktu, tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah korban tewas yang sebelumnya dilaporkan terjatuh saat melakukan pendakian di Gunung Slamet. Proses evakuasi korban tewas ini rampung pada Jumat pagi, 18 April 2025, setelah tim bergerak sejak menerima laporan kejadian pada Kamis sore. Jenazah korban kemudian dibawa turun dari gunung dan diserahkan kepada pihak keluarga setelah melalui proses identifikasi oleh pihak berwajib.

Identitas korban tewas diketahui bernama Rendi (28 tahun), seorang pendaki asal Jakarta yang melakukan pendakian bersama rombongannya. Insiden tragis yang menyebabkan korban tewas ini diduga terjadi pada Kamis siang, saat rombongan korban sedang dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Slamet melalui jalur pendakian Bambangan, Purbalingga. Diduga akibat kondisi jalur yang licin dan kelelahan, korban terpeleset dan terjatuh ke jurang yang cukup dalam. Rekan-rekan korban segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas basecamp dan tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi.

Proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit karena medan yang terjal dan cuaca yang tidak menentu di ketinggian Gunung Slamet. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Purbalingga, relawan pendaki, dan petugas Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Slamet harus berhati-hati dalam melakukan evakuasi untuk menghindari terjadinya insiden serupa. Setelah berjuang selama beberapa jam, tim akhirnya berhasil mencapai lokasi korban tewas dan melakukan evakuasi jenazah dengan menggunakan tandu khusus. Jenazah kemudian dibawa turun ke basecamp Bambangan dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Soekarjo Purwokerto untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Bapak Adah Sudarsa, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban tewas dalam insiden pendakian Gunung Slamet ini. Pihaknya mengimbau kepada seluruh pendaki untuk selalu berhati-hati, mempersiapkan fisik dan mental dengan baik, serta mematuhi segala peraturan dan imbauan yang ada selama melakukan pendakian. “Kami turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Evakuasi korban tewas telah berhasil dilakukan dengan aman. Kami kembali mengingatkan para pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri saat kondisi fisik sudah tidak memungkinkan,” ujarnya pada Jumat siang, 18 April 2025, di basecamp Bambangan. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman lebih lanjut.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org