Kabar duka sekaligus dugaan tindak kekerasan mencuat dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi, Jawa Barat. Seorang narapidana (napi) bernama Anwar (35 tahun) ditemukan diduga dianiaya hingga meninggal dunia di dalam selnya pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Pihak keluarga korban merasa janggal dengan kematian Anwar dan menduga kuat adanya tindak penganiayaan yang menyebabkan nyawanya melayang. Kasus diduga dianiaya ini kini tengah menjadi sorotan dan pihak keluarga menuntut kejelasan serta keadilan atas kematian anggota keluarganya.

Menurut keterangan dari kuasa hukum keluarga korban, Bapak Ridwan Hakim, S.H., pihak keluarga menerima kabar duka mengenai meninggalnya Anwar dari pihak Lapas Kelas IIA Bekasi pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, saat melihat jenazah Anwar, pihak keluarga menemukan sejumlah luka lebam di sekujur tubuh korban, yang menimbulkan kecurigaan kuat bahwa Anwar diduga dianiaya sebelum meninggal dunia.

“Kami menemukan luka lebam yang tidak wajar di beberapa bagian tubuh korban, seperti wajah, dada, dan punggung. Pihak lapas memberikan keterangan yang kurang jelas mengenai penyebab luka-luka tersebut,” ujar Bapak Ridwan saat mendampingi keluarga korban melapor ke Polrestro Bekasi Kota pada Jumat siang. Pihak keluarga menuntut agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian Anwar dan jika terbukti ada tindak penganiayaan, para pelaku harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Bapak Supriyanto, saat dikonfirmasi oleh awak media menyatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan kasus meninggalnya Anwar kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Beliau belum dapat memberikan keterangan detail mengenai penyebab kematian napi tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada hasil investigasi kepolisian. Namun, adanya dugaan diduga dianiaya ini tentu menjadi perhatian serius bagi pihak Lapas dan Kementerian Hukum dan HAM.

Pihak kepolisian Resor Metro Bekasi Kota telah menerima laporan dari keluarga korban dan berjanji akan segera melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan. Tim forensik juga akan diterjunkan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Anwar guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Kasus napi meninggal dunia diduga dianiaya di Lapas Bekasi ini menambah catatan kelam terkait dugaan kekerasan di dalam lembaga pemasyarakatan dan menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pembinaan di Lapas. Pihak keluarga berharap keadilan dapat ditegakkan dan penyebab kematian Anwar dapat segera terungkap.

slot gacor hk pools hk pools MediPharm Global hk lotto live draw hk