Warga di sekitar komplek ruko di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat dalam sarung. Jasad bocah laki-laki tersebut ditemukan di salah satu ruko kosong pada hari Rabu pagi, 23 April 2025, sekitar pukul 09.00 WIB oleh seorang petugas kebersihan yang sedang melakukan rutinitasnya.
Petugas kebersihan tersebut, Bapak Anwar (45 tahun), awalnya mencurigai adanya bungkusan kain sarung yang tergeletak di lantai salah satu ruko yang sudah lama tidak berpenghuni. Karena curiga dengan bau tidak sedap yang menyengat, ia memberanikan diri untuk membuka bungkusan tersebut dan sontak terkejut mendapati mayat dalam sarung seorang anak kecil. Bapak Anwar segera melaporkan penemuan mengerikan ini kepada pihak keamanan komplek, yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian Sektor Jatiasih.
Tim Inafis Polres Metro Bekasi Kota segera tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan. Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh. Mayat dalam sarung tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian dan mengidentifikasi identitas korban. Ciri-ciri fisik korban diperkirakan berusia antara 7 hingga 10 tahun.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Hengki Wijaya, dalam keterangan pers di lokasi kejadian pada Rabu siang, 23 April 2025, membenarkan adanya penemuan mayat dalam sarung tersebut. “Kami telah menerima laporan penemuan mayat seorang anak laki-laki di dalam sarung di sebuah ruko kosong. Saat ini, tim kami sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas korban dan pelaku serta motif dari kejadian ini,” ujar Kombes Pol. Hengki Wijaya. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri serupa untuk segera melapor kepada pihak kepolisian.
Penemuan mayat dalam sarung ini tentu saja menimbulkan keresahan di kalangan warga Bekasi. Pihak kepolisian berjanji akan bekerja keras untuk mengungkap kasus ini secepatnya dan meminta masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Kasus ini menjadi prioritas pihak kepolisian untuk segera dituntaskan agar keadilan dapat ditegakkan bagi korban.
