Istilah jenaka mengenai Bekasi yang sering disebut berada di luar angkasa karena suhu udaranya yang sangat terik kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Kali ini, sekelompok warga kreatif memutuskan untuk menanggapi sindiran tersebut dengan cara yang sangat unik dan menghibur, yaitu membangun sebuah monumen bertema Planet Bekasi di titik yang dianggap paling panas. Monumen ini menampilkan replika planet dengan ornamen matahari kecil yang seolah-olah menempel di atasnya, lengkap dengan tulisan-tulisan lucu yang menyindir kemacetan dan suhu ekstrem kota tersebut. Aksi ini segera viral dan menjadi spot foto baru bagi warga lokal yang ingin merayakan identitas kota mereka dengan cara yang penuh tawa daripada terus mengeluh soal cuaca.
Pembuatan simbol Planet Bekasi ini sebenarnya merupakan bentuk kritik sosial yang dikemas dalam balutan komedi segar guna menarik perhatian pemerintah daerah akan pentingnya penambahan ruang terbuka hijau. Para pembuatnya mengaku bahwa mereka lelah dengan suhu yang menyengat, namun daripada marah-marah, mereka lebih memilih untuk menciptakan sesuatu yang bisa membuat orang tersenyum di tengah kemacetan. Secara teknis, monumen ini dibuat menggunakan bahan-bahan daur ulang dan diletakkan di area trotoar yang strategis sehingga mudah dijangkau oleh pejalan kaki maupun pengendara yang lewat. Viralitas ini membuktikan bahwa warga Bekasi memiliki selera humor yang tinggi dan mampu berdamai dengan tantangan lingkungan yang ada melalui ekspresi kreatif yang positif.
Reaksi netizen terhadap fenomena Planet Bekasi ini sangat luar biasa, dengan ribuan komentar yang saling membalas menggunakan lelucon khas “perjalanan antar galaksi” saat menuju ke Bekasi. Banyak selebgram dan konten kreator yang sengaja datang ke lokasi monumen tersebut untuk membuat konten video pendek, yang secara tidak langsung mengangkat popularitas daerah tersebut di ranah digital. Meski berawal dari candaan, gerakan ini memicu diskusi serius di kalangan pengamat perkotaan mengenai mitigasi efek pulau panas perkotaan (urban heat island) di wilayah penyangga Jakarta. Keunikan cara warga merespons masalah ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial di Bekasi sangat kuat dan mereka bangga dengan keunikan kota yang mereka tinggali meski sering dijadikan bahan gurauan.
