Suasana tegang dan amarah menyelimuti sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Ratusan warga setempat melakukan penggerebekan terhadap ponpes di gerebek tersebut pada Rabu siang, 16 April 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi massa ini dipicu oleh kabar dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum pengurus ponpes terhadap sejumlah santriwati. Kemarahan warga memuncak setelah mendengar pengakuan dari beberapa korban dan keluarga santri.

Informasi mengenai dugaan pencabulan di ponpes di gerebek ini mulai beredar luas di kalangan warga sejak Selasa malam. Beberapa orang tua santriwati mengaku mendapatkan cerita dari anak-anak mereka mengenai perbuatan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh seorang ustadz atau pengurus ponpes berinisial UZ (45 tahun). Merasa geram dan khawatir akan keselamatan anak-anak mereka, ratusan warga kemudian sepakat untuk mendatangi dan menggerebek ponpes tersebut.

Aksi penggerebekan ponpes di gerebek ini sempat diwarnai ketegangan antara warga dengan pihak pengurus ponpes. Warga menuntut agar terduga pelaku segera diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Aparat kepolisian dari Polsek Tambun Selatan dan Polres Metro Bekasi yang tiba di lokasi berusaha menenangkan massa dan mengamankan situasi. Setelah bernegosiasi, pihak kepolisian berhasil membawa terduga pelaku UZ keluar dari ponpes untuk selanjutnya dibawa ke Mapolres Metro Bekasi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Polres Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Twedy Aditya Bennyahdi, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian pada Rabu siang, sekitar pukul 12.00 WIB, membenarkan adanya aksi penggerebekan ponpes oleh ratusan warga terkait dugaan pencabulan santriwati. “Kami telah mengamankan terduga pelaku dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan intensif. Kami juga akan melakukan visum terhadap para korban untuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” ujar Kombes Pol Twedy Aditya Bennyahdi. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Sosial dan psikolog, untuk memberikan pendampingan kepada para korban. Kasus dugaan pencabulan di ponpes di gerebek ini menjadi perhatian serius dan pihak kepolisian berjanji akan menindak tegas pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.

slot gacor hk pools hk pools MediPharm Global hk lotto live draw hk