Pada era 1970 an hingga 1980 an, dunia pos di Indonesia masih mengandalkan sistem catatan manual. Resi pengiriman belum secanggih sekarang, di mana semuanya serba digital dan otomatis. Kode resi pada masa itu masih berupa nomor yang ditulis tangan dengan rapi atau dicetak secara sederhana pada lembaran kertas.
Resi ini bukanlah sekadar secarik kertas. Ia adalah identitas unik dari setiap pengiriman. Biasanya, resi ini terdiri dari beberapa digit yang mengandung informasi vital. Digit-digit tersebut mengidentifikasi kantor pos asal, tanggal pengiriman yang akurat, dan nomor urut dari setiap paket yang dikirim pada hari itu.
Meskipun terlihat sederhana, sistem catatan manual ini sangat penting. Setiap nomor yang tertera pada resi memiliki arti dan fungsi. Petugas pos harus teliti mencatat dan mencocokkan setiap resi dengan paketnya. Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal, seperti paket yang hilang atau salah alamat.
Pencatatan ini dilakukan dengan menggunakan buku besar atau arsip manual. Setiap hari, petugas pos akan mencatat semua pengiriman ke dalam buku tersebut. Ini adalah bukti fisik dari perjalanan setiap paket. Sistem catatan manual ini menjadi tulang punggung operasional pos pada masa itu, sebelum teknologi komputer masuk.
Tantangan utama dari sistem ini adalah keterbatasan dalam pelacakan. Resi hanya berfungsi di dalam kantor pos. Jika pelanggan ingin melacak paketnya, mereka harus datang ke kantor pos tujuan dan menanyakan secara langsung. Tidak ada pelacakan real-time seperti yang kita kenal sekarang.
Meskipun demikian, sistem catatan manual ini menunjukkan dedikasi dan profesionalisme petugas pos pada era tersebut. Dengan keterbatasan teknologi, mereka mampu mengelola ribuan pengiriman setiap hari dengan cukup efisien. Kedisiplinan adalah kunci dari keberhasilan sistem ini.
Resi-resi tulisan tangan ini menjadi saksi bisu dari sejarah pos di Indonesia. Resi itu adalah peninggalan berharga yang menunjukkan betapa jauhnya perkembangan teknologi logistik. Dari kertas dan pena, kini kita beralih ke sistem digital yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
Sistem catatan manual pada akhirnya digantikan oleh teknologi. Namun, ia adalah fondasi penting yang melatih petugas pos untuk teliti, rapi, dan bertanggung jawab. Sistem ini adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang perjalanan pos di Indonesia.
