Bencana banjir yang melanda Kota Bekasi beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam bagi ribuan warganya. Di tengah upaya penanggulangan bencana, muncul kabar yang memicu polemik di masyarakat. Istri Walikota Bekasi diduga memilih untuk “mengungsi ketika banjir” di sebuah hotel mewah, sebuah tindakan yang kemudian mendapat sorotan tajam dari anggota DPR RI, Dedi Mulyadi.

Kabar mengenai istri Walikota Bekasi yang “ngungsi ketika banjir” di hotel bintang lima tersebut dengan cepat menyebar di media sosial. Hal ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, terutama para korban banjir yang tengah berjuang di tempat pengungsian dengan fasilitas seadanya. Tindakan tersebut dianggap tidak empatik dan tidak mencerminkan solidaritas terhadap warga yang sedang mengalami musibah.

Dedi Mulyadi, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan sering turun langsung ke lapangan saat terjadi bencana, turut memberikan tanggapannya mengenai isu “mengungsi ketika banjir” ini. Menurutnya, sebagai istri seorang pejabat publik, seharusnya memberikan contoh yang baik dan ikut merasakan penderitaan rakyat.

“Di saat ribuan warga Bekasi sedang berjuang melawan banjir, kehilangan tempat tinggal dan harta benda, sangat disayangkan jika ada pejabat atau keluarganya yang memilih untuk ‘mengungsi ketika banjir’ di hotel mewah. Seharusnya, mereka ikut merasakan penderitaan rakyat dan memberikan contoh yang baik,” ujar Dedi Mulyadi saat diwawancarai di lokasi banjir, pada hari Senin, 21 April 2025.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa tindakan “mengungsi ketika banjir” di hotel mewah tersebut menunjukkan kurangnya empati dan solidaritas terhadap para korban banjir. Ia meminta kepada Walikota Bekasi untuk segera memberikan klarifikasi kepada publik dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki citra pemerintah daerah.

“Para pejabat publik, termasuk keluarganya, seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Saat terjadi bencana, mereka harus ikut merasakan kesulitan yang dialami rakyat dan memberikan dukungan penuh. Bukan malah memilih untuk ‘mengungsi ketika banjir’ di tempat yang nyaman,” tegas Dedi Mulyadi.

Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kota Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait kabar istri Walikota yang “mengungsi ketika banjir” di hotel. Namun, isu ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Bekasi. Banyak warga yang menyayangkan tindakan tersebut dan merasa tidak dihargai.

Kejadian ini menambah sorotan terhadap penanganan banjir di Bekasi. Kasus “mengungsi ketika banjir” ini diharapkan menjadi pelajaran bagi para pejabat publik untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat, terutama saat terjadi bencana.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org