Sebuah insiden kekerasan yang memprihatinkan terjadi di Bekasi, Jawa Barat, di mana seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh empat orang temannya sendiri. Peristiwa ini terjadi di lingkungan sekolah dan kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

Menurut laporan yang diterima oleh Polsek Bekasi Selatan pada Minggu, 20 April 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, pihak sekolah melaporkan adanya tindak kekerasan yang dialami oleh salah satu siswinya. Korban pengeroyokan, yang diketahui berinisial AA (14 tahun), diduga diserang dan dianiaya oleh empat orang teman sekelasnya di area belakang sekolah setelah jam pelajaran usai pada Sabtu siang, 19 April 2025.

Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol. Ardian Yusi Setyantono, saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Bekasi Selatan pada Minggu siang, 20 April 2025, membenarkan adanya laporan kasus korban pengeroyokan tersebut dan pihaknya telah melakukan tindakan cepat. “Kami telah menerima laporan dan segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi dan bukti awal, diduga kuat korban mengalami korban pengeroyokan oleh empat orang temannya,” ujar Kompol. Ardian Yusi Setyantono.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa motif pengeroyokan diduga kuat karena masalah perselisihan pribadi antar siswa. Akibat kejadian tersebut, korban pengeroyokan mengalami luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Tim Reskrim Polsek Bekasi Selatan telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan keempat terduga pelaku pengeroyokan pada Minggu siang di kediaman masing-masing. Keempat terduga pelaku yang masih di bawah umur tersebut berinisial BB (14 tahun), CC (15 tahun), DD (14 tahun), dan EE (15 tahun). Pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap para terduga pelaku didampingi oleh orang tua dan pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) mengingat status mereka yang masih anak-anak.

Pihak sekolah menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini dan berjanji akan bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian dalam proses penyelidikan. Mereka juga akan memberikan pendampingan psikologis kepada korban pengeroyokan dan melakukan tindakan disiplin terhadap para pelaku sesuai dengan peraturan sekolah.

Kasus ini menjadi perhatian serius dan menyoroti pentingnya pengawasan serta pembinaan karakter siswa di lingkungan sekolah. Pihak kepolisian mengimbau kepada pihak sekolah dan orang tua untuk lebih meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap perilaku anak-anak guna mencegah terjadinya tindak kekerasan di lingkungan pendidikan.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org