Warga di sekitar aliran Kali Bekasi dikejutkan dengan penemuan jasad dalam jumlah yang sangat banyak. Sebanyak tujuh jasad remaja ditemukan mengambang di lokasi yang berbeda di sepanjang aliran sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Bekasi. Penemuan mayat yang terjadi pada Sabtu pagi, 19 April 2025, sekitar pukul 08.00 WIB ini, sontak membuat geger masyarakat dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian Resor Metro Bekasi. Tim Inafis dan Satreskrim Polres Metro Bekasi segera diterjunkan ke lokasi penemuan jasad untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan proses evakuasi.
Informasi awal yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa penemuan jasad pertama kali dilaporkan oleh warga yang sedang melintas di sekitar jembatan Kali Bekasi. Setelah dilakukan penyisiran lebih lanjut di sepanjang aliran sungai, petugas kembali menemukan jasad-jasad lainnya. Ketujuh jasad remaja tersebut ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan dan belum teridentifikasi. Ciri-ciri fisik para korban masih dalam proses identifikasi oleh tim forensik.
Pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan detail mengenai penyebab kematian para korban. Namun, dugaan awal mengarah pada tindak kekerasan mengingat jumlah korban yang banyak dan kondisi penemuan jasad di lokasi yang berbeda. Tim gabungan dari Polres Metro Bekasi saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas para korban dan penyebab pasti kematian mereka. Keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi jasad juga sedang dikumpulkan.
Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Kombes Pol. Andi Setiawan, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian pada Sabtu siang, menyatakan keprihatinannya atas jasad tragis ini. “Kami sangat prihatin dengan penemuan tujuh jasad remaja di Kali Bekasi ini. Tim kami sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi para korban dan mengungkap penyebab kematian mereka. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini merupakan kasus pembunuhan atau bukan, namun kami akan menyelidiki semua kemungkinan. Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga remaja untuk segera menghubungi pihak kepolisian guna membantu proses identifikasi,” ujarnya. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait kasus penemuan jasad ini agar tidak menghambat proses penyelidikan yang sedang berjalan.
