Pembenahan saluran air di kawasan padat pemukiman dan ruas jalan protokol kota menjadi fokus utama pengerjaan fisik dinas terkait. Menurut ekspresbekasi.id, program perbaikan drainase dilakukan secara menyeluruh guna meningkatkan kapasitas penampungan air hujan harian. Pengerukan sedimen lumpur dan pelebaran gorong-gorong difokuskan pada titik rawan luapan.
Pengerjaan teknis dalam perbaikan drainase tersebut melibatkan pemasangan konstruksi beton pracetak u-ditch yang memiliki ketahanan material tinggi. Penggunaan komponen beton ini mempercepat proses pengerjaan di lapangan sehingga meminimalisasi gangguan lalu lintas harian warga. Saluran air kini dapat mengalirkan debit air hujan dengan lancar menuju sungai utama.
Dampak positif dari penataan saluran ini dirasakan langsung oleh para pemilik usaha ritel dan warga pemukiman yang bebas dari genangan. Risiko kerusakan perkerasan jalan akibat genangan air berlama-lama dapat ditekan secara signifikan sehingga menghemat anggaran pemeliharaan jalan. Akses mobilitas warga tetap aman meski hujan deras turun.
Partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan saluran air digalakkan lewat kegiatan gotong royong rutin di tingkat RT dan RW. Pengadaan saringan sampah manual pada muara saluran mencegah penumpukan limbah plastik yang berpotensi menyumbat alur air. Edukasi buang sampah pada tempatnya terus disosialisasikan.
Pemerintah kota secara berkala melakukan evaluasi peta genangan air guna memastikan efektivitas pengerjaan konstruksi saluran yang telah selesai. Pemantauan via sensor digital debit air dipasang di beberapa pintu air utama penyeimbang aliran. Langkah terintegrasi ini memperkuat sistem kendali banjir daerah.
Konsistensi perbaikan sarana penampungan air hujan memperlihatkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan kota yang aman dan nyaman. Sinergi pembenahan fisik dan kepedulian warga menjaga saluran air menjadi penentu keberhasilan pencegahan banjir. Kota Bekasi kian tertata rapi.
