Kabar buruk kembali menghampiri warga Bekasi, Jawa Barat. Sumber air bersih utama mereka, Kali Bekasi, dilaporkan kembali tercemar limbah, menyebabkan air sungai berubah warna dan mengeluarkan bau tidak sedap. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 12 April 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang bergantung pada air sungai untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Kronologi Kejadian:
Warga yang tinggal di sekitar aliran Kali Bekasi, terutama di wilayah, Kabupaten Bekasi, mulai merasakan perubahan kualitas air sungai sejak pagi hari. Air yang sebelumnya tampak keruh, perlahan berubah menjadi kehitaman dengan bau menyengat yang mengganggu pernapasan.
Ibu Yanti (sekitar 50 tahun), seorang warga yang tinggal di dekat Kali Bekasi, menuturkan bahwa perubahan ini terjadi secara tiba-tiba. “Pagi tadi airnya masih biasa, agak keruh memang. Tapi tiba-tiba saja jadi hitam dan baunya sangat menyengat, seperti bau limbah pabrik,” ujarnya dengan nada khawatir.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti sumber limbah yang mencemari Kali Bekasi. Namun, dugaan kuat mengarah pada pembuangan limbah industri ilegal dari kawasan hulu sungai. Beberapa warga mengaku sempat melihat sejumlah oknum yang belum teridentifikasi membuang cairan berwarna ke sungai pada malam hari sebelumnya.
Dampak Pencemaran:
Pencemaran Kali Bekasi ini memiliki dampak yang luas bagi masyarakat sekitar:
- Krisis Air Bersih: Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan bahkan untuk air minum, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses ke air PAM.
- Potensi Gangguan Kesehatan: Air sungai yang tercemar berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gatal-gatal, diare, dan infeksi kulit.
Tindakan yang Diharapkan:
Warga berharap agar pihak berwenang, terutama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan pihak kepolisian, segera bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini. Mereka mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi dan menindak tegas pelaku pembuangan limbah ilegal.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap industri-industri yang berpotensi mencemari lingkungan, khususnya Kali Bekasi. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
